Ada Langkah Apa, Prabowo Datang (Lagi) ke Timur Tengah?
Mengutip laman Polri, Presiden Prabowo Subianto berangkat Rabu dini hari (9/4) dari bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta untuk tur diplomasi 5 negara; Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar dan Jordan. Pesawat Kepresidenan lepas landas sekitar pukul 1 malam dan diperkirakan akan tiba pada pukul 6 pagi dari Uni Emirat Arab.
Sebelum berangkat, Prabowo mengatakan kunjungannya tersebut bertujuan untuk melakukan konsultasi mengenai situasi di Gaza dan memperkuat hubungan bilateral. Di Abu Dhabi, ia akan bertemu dengan Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed untuk membahas perkembangan geopolitik dan geoekonomi global.
Dari sana, Presiden Prabowo akan bertolak ke Ankara, Turki, untuk melakukan kunjungan kenegaraan balasan kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan. Ia juga akan menghadiri Forum Diplomatik Antalya, di mana ia akan terlibat dalam dialog yang lebih luas mengenai kerja sama bilateral di bidang perdagangan, industri, pendidikan, dan budaya.
Tur dilanjutkan ke Kairo, Mesir, untuk bertemu dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi, diikuti dengan kunjungan ke Doha untuk menyelesaikan perjanjian utama dengan Qatar. Kunjungan diakhiri di Amman untuk berunding dengan Raja Abdullah II dari Yordania.
Bagaimana Sikap Kita?
Selain dari pemberitaan, kami tidak tahu alasan mendasar mengapa Prabowo berkunjung ke Timur Tengah di tengah-tengah krisis politik dan ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia. Tercatat sejak Maret, gelombang aksi protes di berbagai titik hampir seluruh kota di Indonesia serentak terjadi. Salah satu tuntutan utamanya adalah menolak RUU TNI dan Polri. Selain aksi protes, anjloknya nilai rupiah mencapai 17 ribu juga menjadi bagian krisis paling parah semenjak reformasi.
Prabowo menyatakan bahwa ia akan mengevakuasi sementara 1000 penduduk Gaza, kemudian akan mengembalikannya kembali begitu mereka pulih dan situasi Gaza sudah memungkinkan mereka pulang. Pernyataan tersebut menunjukkan kealpaan pemerintah dalam melihat dinamika geopolitik yang sedang terjadi. Meskipun dilandasi dengan dalih rasa kemanusiaan, mengevakuasi warga Gaza berarti secara tidak langsung membiarkan dan melegitimasi proyek settler colonialism Israel, yang salah satu tujuannya memang untuk mengeliminasi penduduk Palestina dan mengosongkan jalur Gaza dari mereka.
Memindahkan korban bukan berarti menghentikan pelaku. Sampai sekarang masih belum ada kejelasan yang memadai—berupa strategi dan taktik—tentang bagaimana sikap Prabowo atas penjajahan Israel terhadap Palestina. Memindahkan korban atas dalih kemanusiaan tanpa mengambil posisi yang tegas dan solusi yang tepat terhadap blokade, penjajahan, dan pemerintahan apartheid Israel serupa mengangkut korban kebakaran tanpa memadamkan apinya.
Beberapa media menyatakan bahwa evakuasi penduduk Palestina yang direncanakan oleh Prabowo berbeda dengan ide gila Trump. Namun pemberitaan yang ada juga tidak menjelaskan bagaimana 1000 penduduk Palestina yang akan diungsikan dijamin hak mereka untuk kembali. Bagaimana kita dapat membayangkan “situasi Gaza memungkinkan untuk mereka pulang” di tengah skema yang direncanakan AS-Israel di atas tanah Gaza? Tentu kebijakan semacam ini beresiko menjadikan Indonesia sebagai bagian dari proses ethnic cleansing. Skenario terburuknya, tanpa kematangan kebijakan yang jelas, Indonesia dapat menjadi pihak yang turut meloloskan ide Trump untuk mengevakuasi penduduk Palestina dan menyulap Gaza menjadi Riviera Timur Tengah: sebagai real estate yang akan terus memenuhi kantong kekayaan Amerika Serikat. Jangan sampai komitmen kita untuk kemerdekaan Palestina tergelincir pada pembelengguan rakyat Palestina menjadi lebih rumit lagi.
Sebagai mahasiswa Indonesia di Mesir, kita mesti terus menerus memantau dan mengawasi kebijakan-kebijakan Indonesia terkait apa yang sedang terjadi dengan rakyat Palestina. Alangkah baiknya, kita juga terus menerus mempelajari dan memperkaya bacaan, sekurang-kurangnya sebagai upaya menolak lupa perjuangan-perjuangan yang masih dilakukan oleh rakyat Palestina, sebagai subjek politik yang memiliki hak atas tanahnya sendiri.
Hidup perjuangan atas penjajahan!
From the river to the sea, Palestine will be free!
Referensi
https://inp.polri.go.id/artikel/president-prabowo-begins-middle-east-tour-with-visit-to-uae
https://english.ahram.org.eg/News/544279.aspx
Slumlord Empire • Protean Magazine
https://en.tempo.co/read/1994882/prabowo-affirms-indonesias-readiness-to-help-resolve-gaza-conflict
Tinggalkan komentar